Travelling

Travelling
me heart beach

About Me

My photo
Jakarta, Indonesia
Dreamer, such a extraordinary girl who loving live, fall often but still trying to be the best lover :) Lil bit crazy and cranky but u will regret if u don't like me :)

Wednesday, September 15, 2010

Mimpiku tentangmu

Ga menyangka bisa mendapat mimpi tentang dirimu :)


Sangat menyenangkan dan terasa begitu nyata yach,
Di mimpi itu aku memasak untukmu :)
Walau dalam mimpi itu kamu hanya diam saja, tapi kamu memelukku erat - erat.


Mimpi itu bunga tidur bukan?
Mungkin krn rasa rinduku yang terlalu besar, mimpiku itu tentang kamu....


Apapun sebabnya aku tetap bersyukur....
Paling tidak kamu datang, dalam mimpiku...


Terima kasih ya
mengunjungiku, memelukku dan memberiku semangat...


Harusnya tidak ada lagi air mata, karena aku tahu, kamu dan Tuhan selalu menjaga :)


love
yours
agnes

Sunday, September 12, 2010

2 tahun tanpamu

Tahun lalu aku menulis hal yang sama tentang kepergian nya tapi di multiply dan tahun ini di blog baru ini.


Banyak yang sudah terjadi tanpamu.
Beberapa lelaki sempat singgah, namun hanya singgah sesaat.


Aku tahu mustahil menemukan orang yang persis sama sepertimu.
Aku juga berusaha tidak membandingkannya, walau sulit.


Pekerjaanku pun sudah berganti 5 kali hingga saat ini.
Benar katamu, aku bisa kerja di Jakarta ini.
Kalau tanpa advicemu kala itu mungkin aku tidak akan tinggal di Jakarta ini.


Ada kalanya aku merasa sanggup melupakanmu saat semua kesibukan kerjaku menerpa, tapi ada kalanya aku merindukanmu lebih dari apapun.
Hidup tanpa mu tak pernah terasa mudah, sungguh...
Nyeri dadaku saat aku mengingatmu
Mengingat kebersamaan kita
Mengingat cintamu padaku
Mengingat bahagianya diriku saat kamu memintaku menjadi istrimu


Tidak baik memang ya hidup dalam kesedihan
Aku sudah berusaha
Aku tersenyum
Aku bersikap positif
Aku fokus pada karier dan keluargaku


tapi menghadapi kehilangan atas dirimu itu satu hal yang tak bisa kuhadapi dengan tawa....


Aku seakan kehilangan mimpi terindah dalam hidupku, mimpi yang sempat jadi kenyataan...


19 September ini aku tidak pulang Manado, tidak melihat makammu
Tapi aku yakin kamu pasti tahu, rasa cinta itu masih tetap sama...
Rasa cintaku padamu..


Seseorang berkata padaku bahwa kamu sekarang sudah jadi guardian angelku, kamu menjagaku setiap saat, aku percaya hal itu, sayang....
Tapi sungguh lebih menyenangkan kalau aku bs memelukmu, bisa berbagi semua keluh kesah dan juga bahagiaku


Aku tidak bisa lagi menahan jatuhnya airmataku saat menulis surat ini padamu..


Aku rindu....ya aku rindu...


Entah sampai kapan akan begini ya sayang....
Anggap saja aku selalu kuat menghadapi semua masalah
Tapi kepergianmu selalu jadi kelemahanku....


Aku sudah mampu bercerita kepada orang tentang dirimu tanpa setitik airmata haru
Tapi luka itu ternyata hanya kupendam jauh - jauh bersama dengan semua amarahku....
Tidak pernah benar - benar hilang...


Semua orang bertanya, sampai kapan?
Aku cuma terdiam...
Sungguh ini bukan inginku....
Di luar rencanaku...


Mereka bilang aku belum merelakanmu
Aku juga cuma terdiam....


Aku bertanya pada diriku sendiri, apakah selama ini aku menyangkal kesedihanku? Sehingga sampai saat ini nyeri itu tidak pernah hilang...
Apa senyumku yang selalu terkembang ini hanyalah pura - pura untuk menutup luka?


Aku sering pergi ke pantai dan berenang untuk menenggelamkan semua kesedihan dan air mataku tapi tetap saja amarahku masih tetap berkobar...


Amarah yang tidak tahu ditujukan pada siapa...
Aku ingin membanting barang, memecahkan kaca, berteriak, menangis, meraung - raung, tp aku tidak yakin itu semua bisa meredakan kesedihanku...


Mungkin kamu sedih melihatku seperti ini...
Dan seharusnya aku tidak boleh membuatmu merasakan itu..
Kamu sudah berada di tempat yang tepat...di Surga
Ini bebanku sebagai manusia, menyelesaikan semua tugas di dunia sebaik - baiknya shingga nantinya bs bertemu denganmu lagi di surga...
Harusnya aku bukan cuma menuliskan kalimat itu tapi bisa menerapkannya..


Sayang...
mungkin sekarang kamu sedang memelukku erat, atau membelai punggungku, seperti yang biasa kamu lakukan saat aku sedih...


Sudah terlalu panjang suratku...
Aku masih saja berada di kemang sini, menunggu designer gamesku yang sedang pulang ke rumahnya menyelesaikan project untuk salah satu brand susu ternama dan nanti kembali kesini lagi untuk menunjukkan hasil finalnya padaku...
Kenyataannya berada di tengah - tengah keramaian seperti ini membuatku semakin merindukanmu...


Dua tahun lalu, di tanggal yang sama kamu sedang heboh mempersiapkan kepindahanku ke Jakarta....dan sekarang...aku sendirian, tidak sepenuhnya gagal dan lemah, aku tahu....Tuhan sudah terlalu baik padaku...tapi sungguh aku menginginkan kehadiranmu lebih dari segala sesuatu...


Maafkan aku Tuhan, maafkan aku sayang....
Doakan aku dari surga sana ya sayang, supaya aku lebih kuat dari hari ke hari...walau tanpamu...


Sebaiknya kusudahi saja surat rinduku ini untukmu
Aku tahu kamu tahu, Tuhan tahu....tanpa aku perlu menuliskan semua ini untukmu


hepinezt


ps. kepergianmu membuatku berpikir bahwa mungkin mati itu lebih bahagia daripada hidup :(









Mr.P

Walau cuma hadir beberapa bulan dan on off hubungannya tapi Mr.P tetaplah orang yang special di tahun 2010 ini :)


Entah kenapa ingin menulis tentangnya.
Mungkin karena dia adalah satu - satunya orang berotak pintar yang pernah membuatku respect?
Atau mungkin karena kekesalanku padanya belum juga habis?


Aku pernah berharap akan berhasil dengan hubungan kami.
Karena walaupun kami berbeda, tapi kami bekerja di dunia yang sama, mempunyai passion yang sama terhadap pekerjaan kami, dan sangat nyambung menjadi partner diskusi.


Tapi mungkin begitulah ya, kami tidak cocok jadi lover couple, cocoknya jadi partner diskusi.
Cuma kemarin dinodai oleh ciuman pelukan dan hasrat ingin bersama.
Kalau dipikir ulang sih memang kami tidak bisa menjadi partner hidup sampai selama - lamanya.


Bukankah aku ingin menikah dan hidup bahagia sampai akhir hayat dengan keluarga kecil yang bahagia?
Kalau begitu berarti mr.P bukan orang yang tepat.


Ya sudahlah, saat aku menulis blog ini berarti aku sedang merindukannya, lebih tepatnya mungkin aku merindukan keberadaan kami saat berdua. 
Aku rindu berbagi pemikiran dengan orang lain, tidak sendirian.
Aku rindu berpelukan sambil sharing masalah kerjaan.


Wajarlah ya???


Tapi sosok suami yang kuinginkan bukanlah seperti Mr.P, aku ingin lelaki yang tidak terlalu workaholic dan dingin seperti dirinya.


Saat membaca kembali file percakapan kami berdua, dan banyak kata - kata rindu darinya, aku tersenyum...
Kami pernah punya hubungan, kami pernah tinggal bersama dan at least kami pernah mencoba ;)


Semoga kami masing - masing akan menemukan pasangan yang tepat. Amien.


hepinezt









Monday, August 30, 2010

Tuhan maha baik ;)

Di tengah badai pekerjaan ini Tuhan memberikan penghiburan yang sangat indah, semalam aku diberikan kesempatan untuk bertemu dengan sahabat - sahabat lamaku yang sempat putus hubungan komunikasi selama 6 bulan.

Rasanya seperti mimpi, kami dapat berkumpul kembali dan saling memaafkan atas kesalahan - kesalahan yang lalu..
Tapi begitulah Tuhan, rencanaNya luar biasa...
Dia memberiku kekuatan melalui orang - orang yang baik di sekitarku.
Dia datang tak pernah terlambat.

Karena aku percaya penuh,
aku tidak akan bertanya - tanya ataupun meragukanNya.

Jadi buat apa khawatir? Tuhan kita maha baik, jadi lakukan saja yang terbaik hari ini karena kado terindah selalu disiapkan olehNya.

nite all :)

hepinezt

Saturday, August 28, 2010

Komitmen

Kata komitmen mungkin sering kita dengar saat seseorang membicarakan hubungan percintaan, pernikahan dan semua hal yang ada hubungannya dengan cinta.

Kecintaanku pada pekerjaan pun menimbulkan komitmen yang sama, aku rela bekerja tak kenal waktu, lembur pun sudah melebur dalam darahku. 
Sampai saat aku menulis blog ini pun aku sedang membaca report dari teamku, bekerja walaupun tidak di kantor.
Komitmen itu tidak terasa menyesakkan, aku menikmatinya.
Sebabnya pastilah cinta.

Tapi aku belajar arti kata komitmen yang pertama adalah dari hubungan ibu dan anaknya.
Setiap ibu mutlak harus mencintai anaknya bukan?
Dan dari proses kehamilan komitmen itu telah tumbuh.
Mereka berkomitmen menjaga baik- baik janin mereka.
Dan saat melahirkan...apapun keadaan si bayi...bagaimanapun rupanya sang ibu akan tetap mencintai dan memuja anaknya.
Hebatnya komitmen itu berlaku seumur hidup.
Bayangkan saja?
Pantas saja disebut Surga di telapak kaki ibu...

That's why aku sangat memuja para single mom yang tidak lari dari komitmen cintanya pada anak.

Contoh nyatanya : mama saya dan dua sahabat saya; Budiana dan Yayuk.

Mereka ber3 dekat sekali dng saya, dan semuanya berkomitmen besar pada anak2nya.
Sepahit apapun, selelah apapun, mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak mereka.

Walau kadang nyokap complain mengenai penampilan fisik saya yang membuat saya berpikir duh mamm ini kan keluar dari perutmu jugaaaa, kalau bisa milih sih saya pengen bermuka salma hayek dan berbadan katherine heigl ahahahaha :)

Tapi sungguh mereka tidak pernah mengingkari peran mereka sebagai seorang ibu. Kalau ada kekurangan di sana sini itu biasa, toh mereka juga manusia, tapi niat mereka untuk membesarkan anak2 bahkan di saat sulit sekalipun itu yang saya hormati dan kagumi.

Bisa saja mereka meninggalkan bayi2 atau anak2 kecil mereka di pasar swalayan, atau di jalanan, atau memberikannya pada suami yang sudah berbuat gila (selingkuh, ga kerja, dll)

Tapi mereka tidak melakukannya.
Mereka tidak mengingkari kenyataan :)
Mereka memeluk dan menggendong anak2 itu dan bersama2 menjalani kehidupan yang kadang tidak mudah ini.

Jadi wajar dong kalau salah satu tujuan hidupku adalah menyenangkan hati mamaku???

Komitmen antara ibu dan anak ini benar2 juara, ga ada yang bisa mengalahkan deh pokoknya.
Bahkan komitmen suami istri pun sekarang banyak yang cuma bertahan dalam hitungan hari, ya khan???

Semua itu permasalahan komitmen di dunia fana, tapi ada satu komitmen murni yang kadang dilupakan manusia yaitu komitmen antara Tuhan dan umatNya.

Kapan Tuhan pernah berpaling dari kita?
Saya pribadi menjawab : Tidak pernah.
Lalu bagaimana komitmen kita padaNya?
Apakah sudah sempurna?

Pertanyaan itu menjadi bahan intropeksi ku...
Berdoa tiap hari memang sudah kulakukan, tapi rasanya masih belum sempurna menghindari dosa...
Padahal rejeki dan perlindungan dari Nya berlimpah :)
Tapi aku mengucap 3 komitmen sederhana untuk Nya ;
1. Percaya penuh padaNya.
2. Ke Gereja tiap minggu
3. Berbuat baik pada sesama.

Semoga smua niatan ku atas semua komitmen itu lancar terjadinya.

Anyway, food kulture mulai ramai, semua orang datang bergerombol untuk buka bersama...saya? Sendiri saja, namun celotehan Mama menemani lewat telepon dan saya yakin sepenuhnya Tuhan pun sedang berada di samping saya sekarang.
My guardian angel,Zet edwin rompis?? Pasti sedang ngobrol dengan mamanya di surga...

so semua bahagia???


Selamat berbuka semuanya.
Selamat weekend.

Ps. sorry penggunaan kata "aku" dan "saya" nya ga beraturan :D maklum, labil heheheh


Hepinezt











Thursday, August 26, 2010

new Challenge

Hai Hai
Sebelum kembali tenggelam di arus pekerjaan, aku menyempatkan diri menulis di blog yang sudah dibuat dengan gembira ini :)

Yay, menjelang akhir tahun banyak perubahan besar yang terjadi dalam kehidupanku.
Ehmmm ga keseluruhan sih yang berubah namuuunnn pengaruhnya itu lumayan besar juga.

Ada perubahan di karierku, new challenge, karena senior managerku resign maka secara tidak langsung manager yang berada di bawahnya harus mau tak mau menerima smua tanggung jawab yang dia pegang selama ini.
Di promote istilahnya.......

Berad? Pasti...
Tertantang? Pasti...
Senang? Bukan mainn..........

Aku menggunakan kacamata positive ku :)
Yang lebih tiring mungkin menghadapi komentar orang
, dan ketidak percayaan mereka terhadap kemampuanku...

tapi sekali lagi, kembali ke prinsip dasar
Time Will Tell...........

ini semua bagian rencana Tuhan :)
Dan aku akan mengusahakan yang terbaik.

Dukung aku ya pembaca ^^

hepinezt

Monday, August 23, 2010

Lembur

Yaks, makin lama saya makin lekat dengan kata lembur ini.
Daripada  pulang dan otak saya berpikir macam - macam maka saya lembur saja.
Sebenernya banyak keuntungan saat lembur, saya bs berpikir lebih jernih karena kantor sepi.
Saya bisa merangkum kembali permasalahan/ kendala yang terjadi pada team saya dan seperti biasa ilham rajin menyambangi saat saya lembur :)

Hari ini cukup sibuk seperti biasa.
Resignnya senior manager saya sepertinya memberikan sedikit dampak pada divisi kami.
Saya sangat bersyukur bahwa team yang saya bimbing cenderung lebih normal dan tidak bergejolak karena mereka sama sekali tidak terkena pengaruh dari resignnya si mba ini, mereka kan report langsung ke saya.

Tapi tadi ada salah seorang AE ku yang menyatakan ingin memegang majalah lain juga selain majalah yg sekarang dia pegang, karena kebetulan majalah yang dipegang sekarang termasuk majalah susah jual iklannya.
Buatku sendiri, majalah itu sangat potensial tapi memang perlakuannya harus istimewa karena branding nya sendiri pun belum kuat, umur majalah itu juga masih amat muda.
Akhirnya aku memberikan solusi pada AE ku itu untuk sejenak melupakan target-target iklan gilanya itu dan ikut bekerja bersama anak - anak Marcomm supaya dia fresh kembali.
Untunglah solusi itu bisa menenangkannya :)

Tidak ada pekerjaan yang mudah. Tidak ada pekerjaan yang selalu berhasil.
Tapi kewajiban kita adalah melakukan dan mengusahakannya sepenuh hati.

Mari bekerja kembali.
Senang rasanya punya blog untuk berbagi pemikiran ini ;)

Hepinezt