Travelling

Travelling
me heart beach

About Me

My photo
Jakarta, Indonesia
Dreamer, such a extraordinary girl who loving live, fall often but still trying to be the best lover :) Lil bit crazy and cranky but u will regret if u don't like me :)

Wednesday, March 30, 2011

Semoga memang kami berjodoh

Jujur saya malu karena tiap hadir di blog dan menelurkan tulisan koq ya seputar keluh kesah dan juga cerita tentang cinta.
Tapi kan cuma cinta yang ga pernah bisa basi.
Hebatnya cinta itu abis mati bs tumbuh lagi, tanpa harus dicangkok, atau di stek *lahEmangnyaTanaman*

Jadi kali ini bolehlah saya berbagi cerita cinta yang sedang saya jalani.
Kenapa saya tiba - tiba ingin blogging cinta? Padahal ini hari Rabu, bukan Valentine pulak?
Ya karena sudah hampir 5 bulan berlalu sejak mengenalnya tapi saya masih saja berdebar - debar saat membaca email darinya *blushing*
Dan jujur cinta yg kami punya luar biasa. 
Menurut saya loh ya, dan saya tidak meminta siapapun untuk menyetujuinya :p

Saya merasa bersyukur bahwa diluar kenyataan bahwa kami berdua saling mencintai, kami berdua juga partner diskusi yang luar biasa, saya percaya penuh padanya sebagai sahabat terbaik saya, begitu pula sebaliknya.
Kami tidak merasa terikat dalam sebuah hubungan yang posesif ataupun obsessive, kami terikat karena saling membutuhkan dan saling mendukung.
Saya bisa tertawa keras - keras di hadapannya tanpa rasa khawatir ataupun menangis tersedu - sedu saat perasaan saya sedang kacau.
Kami sering sekali menghabiskan waktu dengan ngobrol bagai dua anak kecil yang cekikikan dan beralih topik menjadi sangat serius.
Bagaikan rambut yang dikepang erat, kami akan terurai tanpa bentuk saat tidak terikat, terasa tidak indah, tidak lengkap :)

Kemarin sempat saya memutuskan untuk jalan sendiri - sendiri dulu karena jujur saya terlalu pengen buru - buru nikah :))
Pengakuan terjujur saya di blog ini saja loh, kalau di dunia nyata si saya sok cuek, walaupun terpancar juga di muka bulat saya "Jadikan saya istri atau saya akan memaksamu jadi suami" ahahahahah sama aja kannnnn...

Kebetulan cowo saya ini orangnya ga kaya saya, dia berhati - hati dalam melangkah, cocok lah sama saya yang srundal srundul kalau jalan, jadi sekarang ga usah khawatir karena ada temen untuk gandengan kenceng. Hihihi

Nah karena sikap hati - hatinya dia belum jg mengutarakan kepada ibundanya tercinta tentang hubungan kami.
Wajar sih, kan ini bukan kaya bilang "Ma, aku mau beli TV" atau "Ma, aku mau berangkat kerja", ini adalah "Ma, saya ingin menikah dengan gadis jawa yang juga keturunan cina, dan kebetulan juga berbeda agama" 
SE LE SE.
Saya aja merinding membayangkan kejadiannya.
Tapi itu kan harus dilakukan, sampai kapan saya mau disembunyikan.
Apalagi dengan badan sgini saya susah sembunyi :p

Jadi weekend kemarin saya dengan tegas mengatakan padanya bahwa mendingan kita break dulu sampai dia menyelesaikan semua kebingungan dan membereskan smuanya lalu siap menjalani hidup baru dengan saya.
Saya memang nyebelin, tidak suka segala ssuatu yang instan tapi ga suka juga kalau prosesnya lambat.
Duh minta ditampar ya???

Ya udah si dia dengan berat hati mengikuti kemauan saya, wong saya ini kan keras kepala kadang - kadang.
Dia cm bilang "I love u so much, please remember that"
Duh hati saya jg sedih luar biasa.
Tapi malam itu saya bertekad bulat bersikap tegas dan ga mau berada di zona abu - abu lagi.

Jadi ceritanya kami seharian setelah weekend itu "break"
Mengurangi frekuensi bicara di YM dan telp.
Berusaha tidak memanggil dengan panggilan "sayang" atau panggilan lainnya yang merujuk pada hubungan kasih sayang kami.
Dan sungguh deh, 1 hari itu berlalu seakan 1 abad, terserah deh mau dibilang lebay juga tp beneran.....
Malemnya saya berusaha mengusir sepi dengan hang out dengan sahabat lama, makan ramen yang paling enak sekaligus paling pedes sedunia, lalu dilanjut nonton film horror.
Benar - benar perencanaan malam yang sadiesss abesss :))
Maksudnya biar lupa ya kalau lagi break, hihihi

Eh si dia yang super menggemaskan menelepon, mau ga diangkat jg hati berontak akhirnya aku jawab dong telpnya, ehhhh dia ternyata udah di depan kosku, nanya aku dimana, yahhh Luluh lantak pertahananku. 
Mana tega aku membiarkan dia pulang sia - sia.
Walhasil dia menyusul ke Plaza indonesia dan ikut serta menonton film Horror.
Dan percaya apa ngga kami berpelukan seolah - olah udah berpisah 1 mingguan ahahahahahaha.

Kami berdua sama - sama setuju, tidak akan ada 'break' lagi hingga 58tahun ke depan. Sepahit apapun, sesulit apapun akan lebih baik apabila kami menjalaninya dengan bergenggaman tangan.

Semoga memang kami berjodoh dan saya akan kembali menjadi perempuan paling beruntung karena bisa menikahi best-est friend saya sendiri :D



 3 tahun yang berlalu dalam segala kekacauan cinta terasa masuk akal sekarang di mata saya.
Tuhan memaksa saya menerima kesendirian saya dan saat saya siap Dia memberikan sahabat dan partner hidup persis seperti yang saya butuhkan, bahkan lebih dari doa - doa yang pernah saya ucapkan.

Dear you and You in heaven
thank you for everything.
I love you both.
Look at me now, I'm happy :*
hepinezt as always



Tuesday, March 22, 2011

Otak saya yang mulai kepenuhan

Okey, let say saya orang nya easy going, suka ketawa - ketawa, kadang bego tapi muka jarang kelihatan serius, yaks tapi melalui blog ini saya mengakui keseriusan saya yang sebenarnya.

Kadang - kadang semakin banyak saya ketawa, semakin banyak pula cerita sedih yang saya sembunyikan.
Semakin banyak saya bersikap "easy" berarti saya semakin "difficult inside"
Nyebelin deh pokoknya, saya sendiri suka sebel sama diri saya yang extrovert outside tapi introvert inside.
Seperti saat ini, saya terkena migrain, saya pikir migrain ini bukan karena saya sakit, tapi karena otak saya kepenuhan.
Saya kebanjiran emosi dan ambisi yang saya simpan sendiri.
Mungkin pernah saya ungkap pada orang terdekat namun sebagai thinker sejati saya tetap sibuk berkutat dengan pemikiran saya sendiri tanpa mampu menerima saran orang lain supaya lebih sabar, slow down, dll.
Hate this.
Saya memang bukan penyabar, padahal ada pepatah "orang sabar disayang Tuhan"
Duh maaf ya Tuhan, tapi saya yakin Kamu sayang pada saya meskipun saya ini bukan penyabar.

Menjelang usia ke 27 saya sebentar lagi, hummm masih sekitar 2 mingguan sih, saya banyak mengalami masalah, baik itu dari segi pekerjaan, ekonomi, keluarga dan juga romantika.
WEW...sudah sejak kapan tahu semua masalah itu jadi pewarna hidup saya bukan?
Tapi hanya berbeda "caption" setiap kemunculannya.

Saya merasa hidup saya berjalan begitu lambat saat ini, tidak sesuai keinginan dan ambisi saya yang ngebut kek Ferrari *sigh*
Saat akhirnya menemukan orang yang saya pikir PAS ternyata juga ga bs langsung nikah, punya anak - anak dan bahagia selamanya.
Saya lupa ada proses yang entah seberapa panjangnya yang musti saya tempuh untuk menikah.
Berdasarkan pengalaman saya tahun 2008 lalu dimana saya harus kehilangan orang yang amat saya kasihi, yang diharapkan akan menjadi partner hidup saya sampe tua maka saat ini saya diserang perasaaan paranoid yang amat sangat.
Saya takut kehilangan lagi...
Saya ga akan sanggup menghadapinya pasti...
Ah saat menulis ini saja saya sudah hampir berairmata.
Ya, saya harus berperang melawan ketakutan saya sendiri.
Saya harus menang!!
Masalah tidak berhenti sampai situ, saya dan pasangan saya juga berbeda agama.
Sama sekali tidak ada masalah untuk saya, tapi masalah besar untuk keluarga pasangan saya.
Saya belum bergerak kemana - mana, tidak bisa berbuat apa - apa tentang hal itu dan itu jujur membuat saya frustasi berat.
Saya seperti menjalani hubungan yang serba abu - abu padahal saya pribadi merasa cukup mantap dengan pasangan saya ini.
Yah saya sepertinya harus kembali pasrah walo di hati kecil sih rasanya sedih banget.
Kenapa si selalu saja ada masalah di saat saya merasa bisa meraih salah satu kebahagiaan saya.


Well itu baru satu dari ratusan pemikiran saya saat ini...
Pukulan terberat mungkin masalah finansial yang terjadi karena kecerobohan salah satu staff saya yang sudah resign.
Ada nominal yang harus dipertanggungjawabkan dan itu jumlahnya tidak sedikit. Karena si bocah kabur entah kemana walhasil saya sebagai managernya harus bertanggung jawab lebih dulu.
Uang sebesar itu terpaksa saya bayar dengan cara mencicil dari gaji saya yang tidak seberapa.
yaks, walhasil hidup dengan kondisi amat sangat memprihatinkan terbentang didepan mata.

Saya harus membayar ini itu pake apa? Daun?
Saya mulai emosi kalau memikirkan hal ini, belajar ikhlas, uang bisa dicari :((

Masalah keluarga saya di Semarang??? Ampunnn buanyakkkk dan menyesakkan, saya ga mau nulis disini, bs bikin desperate yang baca, apalagi saya yang jalanin?

Last but not least...saya kangen Zet, saya ingin melihat makamnya di Manado...
Saya ingin tahu apa komentarnya melihat saya seperti ini.
Sebagian dari hati kecil saya sepertinya masih berontak atas ketiadaanya di samping saya sekarang ini.
Tapi sungguh tidak pantas kalau kerinduan saya ini mengganggu kehidupannya di surga.
Baiknya saya simpan sendiri di hati dan dicurahkan di blog ini.

*terdiam*

Cukuplah saya menulis semua ini, saya harus tersenyum kembali....
Namun jujur...saya lelah...dan saya merasa tak berdaya....
Semoga semua baik - baik saja

Tuhan...padaMu aku berserah.






me
hepinezt

Tuesday, February 15, 2011

Bukan cerita cinta yang sempurna

Masih dalam suasana Valentine dan karena tema favorite saya sepanjang masa adalah cinta, maka terasa sah - sah saja kalau sekali lagi dalam blog tanpa follower ini saya akan posting masalah cinta.


Jangan berharap saya akan menulis sebuah kisah cinta manis yang berujung dengan bahagia, ataupun kisah cinderella yang akhirnya menemukan pangeran yang menariknya dari lubang kemiskinan dan hidup bahagia di istana.


Cerita cinta saya ini hanya sebuah cerita cinta sederhana, milik saya dan lelaki saya, yang bukan saja sederhana namun jauh dari kata sempurna.


Kami yang dipertemukan oleh kata "tidak sengaja" lalu memutuskan untuk menjalani hubungan "apa adanya" dan menjadi "luar biasa" di tengah perjalanannya.


Meneruskan postingan sebelumnya yang sebagian besar merujuk pada curhat cinta yang satir luar biasa sekarang saya ingin berkata dengan lantang bahwa saya bahagia luar biasa.


Bukan karena kami mau melakukan pernikahan atau akhirnya dia mengakui bahwa dia telah memutuskan hubungan dengan pacarnya dan memilih bersama saya, sama sekali bukan..


Saya merasa bahagia karena saya memilih tidak membohongi suara hati saya, saya mengikuti naluri saya untuk meneruskan cerita cinta yang baru saja terjalin ini apapun resikonya.


Dan ternyata hubungan kami berdua berkembang begitu suburnya, walau tentu saja diceriakan dengan keributan - keributan namun yang menyenangkan adalah kami mulai membagi kehidupan kami berdua, tidak peduli apakah itu perihal yang membahagiakan atau bahkan problematika yang menyesakkan dada.
Hampir semua yang dia alami dia bagikan ke saya, begitupun sebaliknya.
Dan dia pernah berkata "This is what I called relationship".


Frekuensi pertemuan kami pun lumayan walau tidak seperti orang normal kebanyakan yang bertemu kala weekend, kami bertemu di sela - sela kesibukan kami, saat makan siang, atau saat kami lembur, karena biasanya di weekend dia disibukkan dengan berbagai acara berbau kekeluargaan dan saya,tidur :) kadang malah saya kerja kalau ada event.


Kami berdua masing - masing mensyukuri hubungan yang sudah kami punya dan jujur bagaimanapun beratnya hari yang kami lalui kami tetap bahagia saat berbicara lewat telp ataupun bertemu.
Mungkin karena tingkat kecocokan kami yang luar biasa atau karena kami saling menyayangi dengan kadar yang luar biasa boleh dibilang hubungan ini nyaris sama sempurnanya dengan hubungan saya dengan almarhum suami saya.


Saya tidak pernah mengungkit apapun tentang pacarnya dan jujur saya tidak mau tahu, dari awal saya sudah berkomitmen untuk tidak ikut campur dalam masalah dia dengan siapa pun perempuan itu walau sekarang saya sebenarnya berada di tengah - tengah mereka.
Tapi sungguh saya tidak merasa menjadi orang kedua, saya malahan menjadi satu - satunya perempuan di dalam hidupnya selain ibunya tentu saja.
Called me Naive, tapi saya memilih jalan ini dan saya bahagia.
Jangan bilang kebahagiaan yang saya rasakan ini semu, karena memang semua yang ada di dunia ini semu, tidak ada yang abadi.


Hidup ini tidak terlalu panjang, sebagai orang beriman yang percaya Tuhan saya memilih sikap berpasrah dan selalu bersyukur. 
Kalau ada yang menilai sikap saya ini salah saya tetap tidak akan bergeming karena sejujurnya cuma saya yang bs merasakan dan saya lah yang akan menanggung perhitungannya saat akhir dunia nanti apa saja kesalahan yang sudah saya buat dalam hidup saya.


Kisah cinta saya saat ini tentu saja belum menemui akhirnya dan jujur di lubuk hati saya memohon tulus kepada Tuhan semoga kami berdua diberi kesempatan lebih lama untuk berbagi cinta.


Saya "dodol duren" dan laki laki saya "Sansak tinju" bukan lah lahir dari disney story atau publisher cartoon manis yang terkenal, kami hanya dua orang manusia yang sama - sama tercengang karena diberikan waktu oleh Tuhan untuk bersama dan bahagia.


Cukuplah tulisan saya kali ini, toh ini bukan cerita cinta yang sempurna yang enak untuk dibicarakan siapa saja, ini hanya antara saya, lelaki saya dan Tuhan.




Love
Dodol Duren 'hepinezt"




ps. why always hiding behind ur doubt if u know that u love someone?

Thursday, February 3, 2011

Saat cinta membodohiku untuk kesekian kalinya

Okay saya tahu kali ini postingan saya akan terasa sangat membosankan.
Apalagi kalau bukan hubungan baru saya dengan seseorang yang tentu saja 'tidak normal', 'tidak biasa' atau apalah sebutannya.
Saya akan menyalahkan cinta atas semua ini, lalu saya akan menyalahkan diri saya sendiri tentunya.


Setelah pontang panting mencari pasangan, terjatuh sampai lebam dalam hubungan yang tak pernah jelas, tiba - tiba sang 'arjuna' datang.....entah dibawa  oleh arus angin yang mana atau malah arus air dari sungai mana....
Awalnya tentu saja saya berusaha menghentikannya, karena jujur...saya takut...
Siapa bilang jatuh cinta itu nikmat? Jatuh tetap saja jatuh...ada luka yang ditimbulkan.
Luka itu lama sembuh dan kadang malah ditumpuk dengan luka baru.
Anehnya jatuh cinta tidak punya batasan "kapok"
Bisa disimpulkan bahwa sangat tidak mungkin saya berusaha berkelit dari perkara cinta - cintaan itu..


................terdiam...........................




Jadi walaupun awalnya saya memberi batasan - batasan yang cukup jelas supaya arus cinta sang arjuna ini tidak membanjiri saya hasilnya tetap sia - sia...
Saya mutlak jatuh cinta.
Tidak ada yang salah, saya malahan senang, saya hampir tidak bisa membedakan suka, napsu dan cinta sampai akhirnya dia datang.


Orang - orang terdekat saya tentu saja tidak mengerti kenapa saya menganggapnya "berbeda"
Cuma hati kecil saya yang tahu kenapa dia "berbeda"


Senangnya dia yang membanjiri saya dengan cinta itu jg memiliki hasrat yang sama.
Lalu dimana masalahnya?


Dia masih berada dalam sebuah hubungan dengan seseorang.
Wait...hentikan pemikiran bahwa 'arjuna' saya itu sudah beristri, dia 'cuma' berpacar.
YAKS!!!! CUMA BERPACAR SODARA - SODARA!!!!!
Sudah pacaran jalan 4th dan hubungannya baik - baik saja.
Lalu bagaimana dia bisa mencintai saya??? *ketololan 1*


Saya tentu saja kecewa dan merasa semua ini terlalu berad untuk saya lalui.
Tapi lebih berat untuk melewatkannya begitu saja. *ketololan 2*
Mungkin sekali lagi saya terlalu mudah untuk ditebak.


Saya menjalin hubungan dengan 'arjuna' itu *ketololan 3*
Toh saya tidak merasa ada orang lain di antara kami. Sebodo teuing, saya tidak peduli, what I don't see I don't know!!!*ketololan 4*


Sebulan sudah berlalu sejak saya membuat keputusan itu, saya tidak menyesali keputusan saya, saya bahagia.
Merasa bahagia itu sulit sekali loh, orang rela melakukan apapun untuk merasa Bahagia.
Bahkan uang pun tidak ada artinya, sungguh.


Kalian mau bilang saya bodoh, murahan, ga tau malu, jahat dan sebutan lainnya? silahkan...
Toh saya dan dia berbagi semua hal, dari yang remeh temeh sampai yang paling penting.
Dia pernah hadir di kantor saya untuk memberikan surprise, saya juga pernah menemaninya lembur di kantor dan komunikasi kami bs dibilang sangat baik.
Kami sahabat baik yang berpasangan, betapa beruntungnya kami kan?


Saya cuma mengikuti naluri saya.
Kami saling mencintai. 
Saya percaya itu.
Saya bahkan tidak menuntut dia utk memutuskan pacarnya.
Saya tidak merongrongnya untuk menjadi milik saya seorang.
Saya tidak memintanya menemui saya
Saya menunggu, Saya tidak complain apapun tentang dia walau kadang rasa nyeri datang dan saya tau kenapa sebabnya....saya tidak keberatan.
Saya bersyukur atas kehadirannya, toh memang semua yang ada di dunia tidak abadi bukan?
Saya pernah kehilangan soulmate karena meninggal, rasa sakit apalagi yang mampu menghancurkan saya?


"Sampai kapan?" tanya sahabat baik saya.
Jujur, saya tidak tahu sampai kapan.
Saya tidak punya limit waktu, dan saya tidak ingin menghentikan apa yang sedang kami jalani sekarang.


Saat saya menulis blog ini saya baru saja berlari di bawah gerimis, mengejar kewarasan saya yang makin hari makin tipis karena space otak dan hati saya habis atas rasa cinta dan bahagia.


Malam ini....saya tidak tahu dia sedang berada di mana, mungkin bersama wanita nya atau mungkin sedang tidur.
Yang pasti SMS darinya tiba - tiba berhenti saat jam 19.00 tadi, di telp pun tidak diangkat.
Sebagai manusia biasa pikiran saya langsung jadi "penuh" seketika.
Saya memutuskan memakai sepatu lari saya, berjalan dan berlari sekenanya di bawah hujan.


Saya tidak peduli apapun yang sedang dia lakukan saat ini. *ketololan 5*
Saya cuma berharap dia masih muncul esok hari entah melalui YM, SMS, email ataupun telepon.


Selalu ada alasan kenapa Tuhan mempertemukan manusia, dan semoga alasan itu sama sejalan dengan keberanian saya menjalani hubungan ini...bahwa kami memang diciptakan untuk bersama.






with love
hepinezt



Thursday, January 13, 2011

11 Januari 2011

Halo Blog
Aku sangat butuh menumpahkan semua perasaanku saat ini.
Ya, setelah menangis semalam penuh dan pagi ini masih merasakan sesak yang amat sangat maka saya simpulkan saya butuh menuangkan semua kesedihan dalam bentuk tulisan.

Sesuai judul postingan kali ini 11 Januari 2011
Ada apa di hari itu?
Hari dimana saya bertemu dengan laki - laki yang saya anggap The One!
yach, The One,
jangan bilang saya menuliskannya tanpa beban ya, 
dia dan saya telah melalui sekian waktu untuk berhubungan tanpa bertatap muka, mengandalkan YM (kebetulan beliau pecinta android bukan BB user), SMS, phone call dan email tentu saja.
Padahal kami sama - sama di Jakarta.


Kenapa aku melakukan semua itu?
Karena aku tahu aku adalah salah satu wanita terlabil dan salah satu wanita yang paling ga jelas hubungan percintaannya.
Dengan membuat berbagai rules konyol tadi aku juga mengontrol diriku sendiri supaya fokus dan benar - benar yakin dengan peraasanku sendiri.


Lalu???
Kemarin dia datang memberikan surprise manis saat makan siang di kantorku
dan kami seperti dua orang yang sudah berpacaran lama namun terpisah jarak jauh, semua terasa lebih indah ketimbang yang pernah kubayangkan, kami berdua merasa jauh lebih yakin satu sama lain.


Indah bukan?
Cerita ini belum usai....


Setelah 1 jam dia pulang ke kantornya, aku menerima email darinya....
Email yang tentu saja berisi ungkapan bahagianya karena bertemu denganku dan....permintaan maaf bahwa dia sebenarnya sdh punya pacar.......


Perfect! Dan aku sebagai bintang yang tadi terbang ke angkasa dengan segera menjatuhkan diri kebumi hancur berkeping - keping.


Cuma itu??? Yess cuma itu, satu kalimat yang bagaikan sembilu di tengah tawaku.


Aku menangis tanpa henti, tapi mungkin itu baik utk hati dan kesehatan jantung pastinya :)


Aku kecewa, entah pada siapa
Dia memintaku memberinya waktu


Sudah lah blog ini sia - sia, aku hanya termenung dan bernestapa

Hati kecilku sudah memilih jawabannya, awalnya mungkin penuh airmata, tapi siapa tahu nantinya berakhir dengan tawa?
Nobody know....

Dia datang entah darimana, menjalin rasa yg sebegitu kuatnya entah kenapa dan pastinya aku mau mempertahankannya...


Aku percaya hidup memang begini adanya, penuh jurang dan kelokan curam, aku nikmati alurnya, dengan tetap terus berdoa ini memang yang terbaiki dariNya.




Lucky but Unhappy Me
Agnes





Tuesday, December 21, 2010

ur own loneliness

Setiap orang berjuang untuk menghadapi kesendiriannya.
Kita semua berada di sebuah medan perang yang cuma kita yang tahu bagaimana sakit dan rumitnya.

I'm seeing new boy recently,
Lets call him, Rama.
The one who have multiple talent and decided his self to be photographer now.
We go out for lunch today.
He tells me everything, yess almost everything, about his passion, his love life, his family.
And I'm listener, can u believe that?


Aku mengamati dan sungguh2 menyadari bahwa dia sibuk menceritakan semua kehidupannya untuk menutupi sisi - sisi sedih dan kesendiriannya.


Dia ingin semua orang tahu bahwa dia baik2 aja, bahwa smua yg dia lakukan sekarang mampu menghapus kesendiriannya.


Semua orang memiliki cara masing - masing ya untuk men-therapy dirinya sendiri, untuk menyembuhkan luka, dan itu cukuplah disebut "berjuang".

Nah semangat berjuang itu yang harus terus dipupuk dan diciptakan
Sebagai orang beriman boleh kubilang kepercayaan pada Tuhan adalah hal yang paling utama.


Cuma Tuhan yang bisa dipegang di tengah ketidak pastian hidup ini.


Believe that.


Lets enjoy life, fight our own loneliness, God never leave us.






Hepinezt







Friday, November 26, 2010

Aku, surabaya, dan sedikit gila

Sejak kapan aku mulai terobsesi?
Pada sebuah kota?
Pada seorang laki - laki?
Sepertinya bukan pada kota atau laki - lakinya.
Aku terobsesi pada keinginanku memiliki hubungan serius, entah dengan siapa.

Sejak pulang dari Belitung dan mengenal Sanggar Wibowo, aku merasa aku menemukan orang yang pas.
Entah dari sisi mana aku merasa dia lah 'The One' after Zet.
Walaupun hubungan kami masih belum jelas, tp dia membuatku merasa secure, tidak lagi mencari tapi menanti.

Aku sampai menyebutnya dalam doa - doaku.
Menyebut namanya, hal yang tak pernah kulakukan sebelumnya.
Padahal kalau boleh dilihat secara logika, dia dan aku tidak mungkin bersatu.
Aku lebih tua 5 tahun darinya, dia belum boleh pacaran oleh mamanya dan kami beda agama.

Saat kemarin tiba - tiba GM ku menyuruhku pergi ke Surabaya untuk check event Wyeth, aku anggap itu salah satu jawaban dari doa - doaku kemarin.
Aku jadi heboh tak karuan.
Saat sampai di surabaya, aku masih terserang rasa panik yang ga jelas.
Setelah aku pikir ulang,
Aku bukan Agnes yang biasa.
Aku sudah terbiasa sendirian, kenapa jadi heboh tak karuan?

Akhirnya setelah beberapa kali telepon dan pada kenyataannya dia hari ini benar - benar sibuk dengan persiapan open housenya besok, aku mengalami sedikit kontemplasi.
Kenapa ak harus panik ya?
Toh keinginanku ketemu sama dia si memang menggebu - gebu
tapi aku malah mempertanyakan, sebabnya apa si aku ingin ketemu dia
Toh secara logic kami tidak mungkin bersatu.

So aku mulai berjalan2 dari satu mall, ke mall lainnya.
Membiarkan kebodohanku larut dalam rasa cape.
dan malam ini, di kamar hotelku, aku menulis blog ini.

Menyerahkan sepenuhnya pada kuasa Tuhan, karena aku tahu Dia lah sang pembuat rencana :)


Tapi aku mengakui, malam ini....aku sungguh - sungguh ingin memiliki hubungan serius dengan seorang lelaki baik pilihan Tuhan, karena pilihanku bisa saja salah, tapi pilihan Tuhan tidak pernah salah :)



Hepinezt sometimes Loneliness